deskripsi epidemiologi leptospirosis di puskesmas nglipar II, kabupaten gunungkidul, daerah istimewa yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.35842/formil.v3i1.105Keywords:
epidemiologi, leptospirosis, orang, waktu, tempatAbstract
Latar Belakang: Leptospirosis adalah salah satu penyakit menular yang harus dilakukan pengendalian dan pemberantasan. Di Indonesia kasus leptospirosis masih terjadi secara fluktuatif setiap tahun. Kasus leptospirosis terbanyak di Indonesia terjadi pada tahun 2011 berjumlah 857 kasus dengan 82 kematian (Case Fatality Rate/CFR 9,56%) hal tersebut dikarenakan terjadinya KLB di DI Yogyakarta (DIY). Pada tahun 2017 kasus leptospirosis terjadi di desa Natah Wetan, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta (DIY) dengan total 6 kasus. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran epidemiologi leptospirosis berdasarkan variabel orang, tempat, dan waktu di wilayah kerja Puskesmas Nglipar II. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan variabel orang, menunjukkan penderita berumur 45-50 tahun dan >50 tahun yaitu masing-masing 50%, mayoritas terjadi pada laki-laki (83,3%), semua penderita bekerja sebagai petani (100%). Berdasarkan variabel tempat, kasus leptospirosis terjadi di sawah Jembangan, desa Natah Wetan sebagai lokasi penularan dan berdasarkan variabel waktu, kasus leptospirosis terjadi pada bulan Februari, Maret, dan Juni tahun 2017 dengan 6 total kasus (CFR 50%). Kesimpulan: Leptospirosis terjadi di desa Natah Wetan dengan lokasi persebaran di sawah Jembangan, mayoritas penderita Laki-laki yang berusia dewasa dan bekerja sebagai petani. Kasus Leptospirosis paling banyak terjadi pada bulan Februari dan Maret dengan total 5 kasus. Program penyuluhan dan pencegahan terkait penyakit leptospirosis dapat disarankan untuk menambah pengetahuan dan mengurangi perilaku berisiko masyarakat.References
Soeharsono. (2002). Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia. Volume 1.Yogyakarta: Kanisius. 79-80.
Kementerian Kesehatan RI. (2014). Petunjuk Teknis Pengendalian Leptospirosis. Jakarta.
Puskesmas Nglipar II. (2016). Profil Kesehatan tahun 2016. Gunungkidul.
Peraturan Pemerintah RI No 47. (2014). Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan, http://ditjenpkh.pertanian.go.id/. diunduh pada tanggal 15 Agustus 2017, Yogyakarta.
Brotowidjoyo, M.D. (1987). Parasit dan parasitisme. Jakarta: Media Sarana Press.
Soejoedono, R. Roso. (2004). Zoonosis. Bogor: Laboratorium Kesmavet Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.
Poeppl W, Orola MJ, Herkner H, Müller M, Tobudic S, Faas A, Mooseder G, Allerberger F, Burgmann H. (2013). High prevalence of antibodies against Leptospira spp. in male Austrian adults: a cross-sectional survey, April to June 2009 . Euro Surveill. 2013;18(25):pii=20509. Available online: http://www.eurosurveillance.org/ViewArticle. aspx?ArticleId=20509, diakses pada tanggal 10 September 2017, Yogyakarta.
Widoyono. (2008). Penyakit Tropis; Epidemiologi, penularan, pencegahan, dan pemberantasannya. Jakarta: Erlangga.
Mandal. (2008). Penyakit Infeksi Edisi Ke Enam. Jakarta: Erlangga.
Nuraini, S., Lintang, D.S., M Sakundarno, A.,Henry, S.S. (2017). Gambaran Epidemiologi Kasus Leptospirosis Di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-journal) Vol.5, No.1 (ISSN: 2356-3346): http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm, diunduh pada tanggal 3 September 2017, Yogyakarta.
WHO. (2011). Report of The Second Meeting of The Leptospirosis Burden Epidemiology Reference Group. Geneva: World health organization.
Chin, James. (2009). Manual Pemberantasan Penyakit Menular. Jakarta: CV Informatika.
Depkes RI. (2008). Pedoman Pengendalian Tikus. Jakarta: Bakti Husada.
Manurung, Murni. (2006). Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Leptospirosis di Lima Kabupaten, Provinsi Nangro Aceh Darussalam Tahun 2006. Tesis. Universitas Indonesia.
Tunissea, A. (2008). Analisis Spasial Faktor Risiko Lingkungan Pada Kejadian Leptospirosis di Kota Semarang.Tesis.Universitas Diponegoro.
Nurbeti, M., Hari K., Widagdo, S.N. (2016). Kasus – Kasus Leptospirosis Di Perbatasan Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kulon Progo: Analisis Spasial. KESMAS, Vol.10, No.1, pp. 1 – 14 ISSN: 1978 – 0575.
Muhidin dan Ristiyanto. (2012). Survei Demografi dan Kondisi Lingkungan Rumah di Daerah Kasus Leptospirosis di Desa Sumbersari Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman D.I. Yogyakarta Tahun 2010. VEKTORA, Vol.IV, No.1, pp. 53-60 ISSN: 2085-868X: http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/vk/article/view/3499/3461 diunduh pada tanggal 10 September 2017, Yogyakarta.
Rahayu, S. Mateus, S. Dian, L. (2017). Pemetaan Faktor Risiko Lingkungan Leptospirosis dan Penentuan Zona Tingkat Kerawanan Leptospirosis di Kabupaten Demak Menggunakan Remote Sensing Image. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal).Vol.5.No.1 ISSN: 2356-3346. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm, diakses pada tanggal 10 September 2017, Yogyakarta.
Farida D.H., Ristiyanto, B. Yuliadi, Sukarno dan Muhidin. (2010). Distribusi dan Faktor Resiko Lingkungan Penularan Leptospirosis di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. VEKTORA. Vol.2. No.2. pg 126-139.http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/vk/article/view/3511/3472, diakes pada tanggal 10 September 2017, Yogyakarta.
Sunaryo, Widiastuti D. (2012). Mapping of leptospirosis risk factor based on remote sensing image in Tembalang , Semarang City , Central Java. Heal Sci Indones. Vol.3. No.1 pg :45–50. http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/HSJI/article/viewFile/427/108, diakses pada tanggal 10 September 2017, Yogyakarta.
Supraptono, B., Bambang, S., Dibyo, P. (2011). Interaksi 13 Faktor Risiko Leptospirosis. Berita Kedokteran Masyarakat, Vol. 27, No. 2. https://journal.ugm.ac.id/bkm/article/view/3405/2953, diakses pada tanggal 10 September 2017, Yogyakarta.
Raharjo, J., Suharyo, H., Winarto. (2015). Faktor Risiko Host Pada Kejadian Leptospirosis di Kabupaten Demak. BALABA Vol.11 No.2. pg: 105-110. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=378876&val=4897&title=RISK%20FACTORS%20HOST%20OF%20LEPTOSPIROSIS%20IN%20DEMAK%20DISTRICT, diakses pada tanggal 11 September 2017, Yogyakarta
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright publishing of the article shall be assigned to Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati.
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
