Studi Sarana Prasarana Keselamatan Dan Keamanan Wisatawan Pada Destinasi Wisata Pantai Parangtritis Dan Pantai Baron Tahun 2021

Machfudz Eko Arianto, Julian Dwi Saptadi, Muchamad Rifai

Abstract


Pengunjung wisata pantai selalu mengalami peningkatan setiap tahun. Peningkatan tersebut menyebabkan pemerintah terus meningkatkan sarana dan prasarana, seperti meningkatkan kualitas jalan raya, sarana prasarana keselamatan dan keamanan aktivitas laut serta keadaan darurat. Pantai Parangtritis dan Pantai Baron merupakan destinasi wisata yang sangat populer di Yogyakarta, aktivitas yang dapat dinikmati yaitu berenang dan aneka jasa wisata. Aktivitas ditempat wisata mempunyai risiko bahaya bagi wisatawan yang dapat berdampak pada keselamatan dan keamanan. Untuk itu perlu didukung dengan sarana prasarana yang menunjang keselamatan dan keamanan pada destinasi wisata tersebut agar risiko yang ada dapat diminimalisir. Tujuan penelitian untuk mengetahui kesesuaian sarana prasarana keselamatan dan keamanan wisatawan pada destinasi wisata Pantai Parangtritis dan Pantai Baron dengan pedoman acuan.   Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif sedangkan untuk metode pengumpulan data di lakukan dengan observasi dan wawancara pada pengelola. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan bantuan lembar observasi lapangan. Terdapat 4 pedoman acuan yang digunakan yaitu UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas, Australian Coastal Public Safety Guidelines 2007 tentang keselamatan pantai, Pedoman Perencanaan Jalur dan Rambu Evakuasi Tsunami BNPB 2014, serta pedoman Asosiasi Toilet Indonesia 2016. Hasil penelitian yaitu: Sarana prasarana keselamatan lalu lintas wisata pantai Parangtrtis dan Pantai Baron telah sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas, namun beberapa masih perlu perbaikan. Sarana prasarana keselamatan dan keamanan Pantai Parangtrtis dan Pantai Baron telah sesuai dengan pedoman Australian Coastal Public Safety Guidelines 2007, kecuali warna seragam, bendera keselamatan pantai, pelampung pembatas, dan tas pinggang P3K. Kemudian sarana prasarana keselamatan bencana tsunami di Pantai Parangtritis dan Pantai Baron telah sesuai dengan standar Pedoman Perencanaan Jalur dan Rambu Evakuasi Tsunami BNPB 2014. Sarana prasarana fasilitas umum toilet di Pantai Parangtritis dan Pantai Baron telah sesuai dengan Standar Asosiasi Toilet Indonesia 2016.

Keywords


Sarana Prasarana, Keselamatan dan Keamanan, Pariwisata, Pantai

Full Text:

PDF

References


Burhanuddin andi iqbal. Mewujudkan poros maritim dunia. 1st ed. Yogyakarta: CV Budi Utama; 2015. 1–246 p.

Amalia FR, Wijayanti T, Rahayu NS. Pemetaan dan Peningkatan Kualitas Layanan Jasa Wisata Pantai Cemara Banyuwangi. J Tour Creat. 2018;2(2):178–89.

Yudistira IGAA, Susanto A, Industri JT, Jakarta US. Keselamatan pengunjung tempat wisata. 2012;19–24.

Amin Kiswantoro R santoso. Pengaruh Sarana Dan Prasarana Pendukung Wisata Terhadap Kepuasan. 2019;10(2). Available from: https://doi.org/10.31294/khi.v10i2.6373

Prasetyowati JD, Denny HM, Suroto S. Analisis Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Puskesmas Di Kabupaten Semarang Menggunakan Re-Aim Framework. J Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati. 2019;4(1):1. Available from: https://doi.org/10.35842/formil.v4i1.224

Nugroho A, Trisnowati H, Puspitawati T, Pratiwi R, Landis MV, Bu’u NM, et al. Pelaksanaan budaya keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan di sleman yogyakarta. J Formil (Forum Ilmiah). 2017;2(2):63–76.

Sembiring MSB. Pengaruh kenyamanan, keamanan, dan keindahan terhadap kepuasan wisatawan berkunjung ke bukit kubu berastagi. Skripsi. Universitas Sumatera Utara; 2020.

Wiratami R, Indra G. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Atraksi Adventure Tourism di Kawasan Air Terjun Aling-Aling Sambangan. 2018;5(2):287–93. Available from: https://doi.org/10.24843/JDEPAR.2017.v05.i02.p16

Surahman M. Pengaruh implementasi kebijakan tentang kepariwisataan terhadap kualitas pelayanan kepariwisataan di kabupaten pangandaran. Perwira J Econ Bus. 2019;1(1). Available from: https://doi.org/10.54199/pjeb.v1i1.4

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. 2009 p. 255.

Fauzi A. Kajian Risiko Dan Mitigasi Bencana Pada Kawasan Wisata Pesisir Kabupaten Takalar. Skripsi. Unversitas Hasanuddin; 2021.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 2009 p. 255.

Australia SLS. Australian Coastal Public Safety Guidelines. 2007. 500 p.

Marianti. Pengaruh Sarana Prasarana Pariwisata Terhadap Kepuasan Wisatawan Pada Objek Wisata Permandian Air Panas Lejja Di Kabupaten Soppeng. Skripsi. Universitas Negeri Makassar; 2019.

Putri LR. Pengaruh pariwisata terhadap peningkatan PDRB Kota Surakarta. 2020;21:43–9.

Susilowati. Kegiatan Humas Indonesia Bergerak Di Kantor Pos Depok II Dalam Meningkatkan Citra Instansi Pada Publik Eksternal. Hub Masy. 2017;VIII(September):47–54.

Abdul ghani B erlangga. Pengaruh inovasi sarana prasarana terhadap kepuasan pengunjung di objek wisata Karangsetra waterland. 2015;2(2):98–110.

Nurhalimah, Kanom P. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di destinasi wisata pantai Bangsring, Wongsorejo, Banyuwangi. 2019;14(3).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Pedoman Perencanaan Jalur dan Rambu Evakuasi Tsunami. Vol. 53. BNPB; 2014. 43–58 p.

Asosiasi Toilet Indonesia. Pedoman Standar Toilet Umum Indonesia. Jakarta: Asosiasi Toilet Indonesia. Jakarta: Asosiasi Toilet Umum Indonesia; 2016. 4–10 p.




DOI: https://doi.org/10.35842/formil.v7i2.428

Article Metrics

Abstract view : 59 times
PDF - 8 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats