Penerapan Model Rekayasa Lingkungan Dalam Upaya Pencegahan Malaria di ARSO 8 Kabupaten Keerom

Authors

  • Frans Manangsang Poltekes Kepmenkes Jayapura
  • Ester Rumaseb Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura
  • Ellen Purba Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura

DOI:

https://doi.org/10.35842/formil.v10i2.595

Keywords:

Malaria, Papua, Endemis

Abstract

Latar Belakang: Malaria menyebabkan kematian pada 31 negara dan tertinggi di Nigeria 23%. Prevalensi malaria di Papua Nugini 20-115 per 1000 penduduk Papua adalah provinsi dengan jumlah penderita malaria tertinggi di Indonesia.  Rekayasa lingkungan menjadi faktor penting dalam Upaya penurunan kasus malaria dan Upaya kuratif terus dilaksanakan untuk menekan angka penularan malaria.

Metode: Penelitian dengan pendekatan deskriptif - analitik dengan pendekatan kuantitatif. Populasi: Semua rumah tangga di Arso 8 yang terpapar risiko malaria. Sampel sebanyak 150 rumah tangga akan dipilih secara purposive untuk diobservasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan survei masyarakat lokal. Penelitian akan dilaksanakan di Arso 8, Kabupaten Keerom, Papua, selama periode empat bulan dari September hingga Desember 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap kondisi rumah dan lingkungan (ventilasi, drainase, struktur rumah). Data dianalisis deskriptif, analisis korelasi.

Hasil: Terdapat pebedaan signifikan pada penurunan kepadatan nyamuk setelah di berikannya intervensi rekasaya lingkungan dengan cara mengelola air, menggunakan kasa nyamuk, merekayasa kandang ternak, menanam tanaman pengusir nyamuk dan memelihara ikan pemakan jentik p value variabel Man Biting Rate  dan Man Hour Density sebesar 0,000 (p<0,05). Analisis juga menunjukan terjadi penurunan kepadatan nyamuk setelah intervensi yang dimana sebelum intervensi  rata-rata terjadi 22,55 angka gigitan nyamuk per orang per malam dan rata-rata 2,75 nyamuk yang hinggap per orang per jamnya yang turn menjadi rata-rata 6,39 angka gigitan nyamuk per orang per malam dan  rata-rata 0,98 atau 1 nyamuk yang hinggap per orang per jamnya.

Kesimpulan: intervensi rekayasa lingkungan efektif dalam menurunkan kepadatan nyamuk secara signifikan. Sebelum intervensi, tingkat kepadatan nyamuk diukur menggunakan man biting rate (MBR) dan man hour density (MHD), masing-masing dengan rata-rata 22,55 gigitan nyamuk per orang per malam dan 2,75 nyamuk yang hinggap per orang per jam. Terdapat penurunan yang signifikan rerata angka gigitan nyamuk per orang per malam menurun menjadi 6,39, dan rata-rata nyamuk yang hinggap per orang per jam turun menjadi 0,98 p 0,000

References

World Health Organization. World malaria report. Geneva; 2020.

Rodriguez R, Rodriguez DR, Maraga S, Lorry L, Robinson LJ, Siba PM, et al. Repeated mosquito net distributions , improved treatment , and trends in malaria cases in sentinel health facilities in Papua New Guinea. Malar J [Internet]. 2019;1–13. Available from: https://doi.org/10.1186/s12936-019-2993-6

Susanto N, Hidayani WR, Apriyan N. The differences historical abortion and hemoglobin between hazard volcano eruption. Int J Public Heal Sci. 2024;13(4):1609.

P2PM. Laporan Kinerka Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Kemkes [Internet]. 2022;1–114. Available from: https://e-renggar.kemkes.go.id/file2018/e-performance/1-465827-3tahunan-768.pdf

Hasyim H, Ihram MA, Fakhriyatiningrum, Misnaniarti, Idris H, Liberty IA, et al. Environmental determinants and risk behaviour in the case of indigenous malaria in Muara Enim Regency, Indonesia: A casecontrol design. PLoS One [Internet]. 2023;18(8 August):1–10. Available from: http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0289354

Chin AZ, Avoi R, Atil A, Lukman KA, Rahim SSSA, Ibrahim MY, et al. Risk factor of plasmodium knowlesi infection in Sabah Borneo Malaysia, 2020: A population-based case-control study. PLoS One [Internet]. 2021;16(9 September):1–14. Available from: http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0257104

Ayele S, Wegayehu T, Eligo N, Tamiru G, Lindtjørn B, Massebo F. Maize pollen diet enhances malaria mosquito longevity and infectivity to Plasmodium parasites in Ethiopia. Sci Rep [Internet]. 2023;13(1):1–10. Available from: https://doi.org/10.1038/s41598-023-41826-7

Rufalco-Moutinho P, Kadri SM, Alonso DP, Moreno M, Carrasco-Escobar G, Prussing C, et al. Ecology and larval population dynamics of the primary malaria vector Nyssorhynchus darlingi in a high transmission setting dominated by fish farming in western Amazonian Brazil. PLoS One [Internet]. 2021;16(4 April):1–22. Available from: http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0246215

Okyere CY. Evaluation of alternative mosquito control measures on malaria in Southern Ghana. Sci African [Internet]. 2021;13:e00866. Available from: https://doi.org/10.1016/j.sciaf.2021.e00866

Dole R, Id G, Kingsley J, Islam FMA. Malaria awareness of adults in high , moderate and low transmission settings : A cross-sectional study in rural East Nusa Tenggara Province , Indonesia. PLoS One [Internet]. 2021;16(11):1–18. Available from: http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0259950

Ranjha R, Yadav CP, Chourasia MK. Knowledge Attitude and Practices of Mitanin ’ s ( Community Health Workers ) in Chhattisgarh : Malaria Elimination Perspective. Front Public Heal. 2022;9(March):1–8.

Baird JK, Warsame M. Survey and Analysis of Chemoprophylaxis Policies for Domestic Travel in Malaria-Endemic Countries. Trop Med Infect Dis. 2022;7(121).

Feng X, Feng J, Zhang L, Tu H, Xia Z. Vector control in China , from malaria endemic to elimination and challenges ahead. Infect Dis Poverty [Internet]. 2022;1–11. Available from: https://doi.org/10.1186/s40249-022-00971-3

Bahk YY, Cho SH, Park S, Kwon J, Kan H, Kim M, et al. Knowledge, Attitudes and Perceptions Regarding Endemic Vivax Malaria in Inhabitants and Patients in Two Cities of Northern Gyeonggi-do, Korea, 2020. Korean J Parasitol. 2021;59(6):595–605.

Blanco M, Suárez-Sanchez P, García B, Nzang J, Ncogo P, Riloha M, et al. Knowledge and practices regarding malaria and the National Treatment Guidelines among public health workers in Equatorial Guinea. Malar J [Internet]. 2021;20(1):1–9. Available from: https://doi.org/10.1186/s12936-020-03528-7

Aung PL, Win KM, Pumpaibool T. Malaria Preventive Practices among People Residing in Different Malaria-Endemic Settings in a Township of Myanmar: A Mixed-Methods Study. Trop Med Infect Dis. 2022;7(11).

Desita MY, Riwu YR, Limbu R. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Surveilans Malaria dalam Mendukung Eliminasi Penyakit Malaria di Kabupaten Kupang. Media Kesehat Masy. 2021;3(2):165–74.

Susanto N, Lanni F, Pascawati N. Variasi Upaya Pencegahan Malaria Oleh Penduduk Berdasarkan Endemisitas. J Kesehat Masy Indones [Internet]. 2023;18(4):6–11. Available from: https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/jkmi,[email protected]

Madayanti S, Raharjo M, Purwanto H. Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Malaria di Wilayah Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura. J Kesehat Lingkung Indones. 2022;21(3):358–65.

Haidah N, Juherah, Sulasmi, Kasim, Haerani. Pengendalian Vektor Melalui Inovasi dan Rekayasa Sanitasi. Nas Media Pustaka; 2024.

Edgar D. Faktor Kondisi Fisik Rumah Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria. J Penelit Perawat Prof. 2022;4(2715–6885):150–1.

Manangsang F, Ganing A, Purba ER V, Rumaseb E, Sarwadhamana RJ. Analysis of Environmental Risk Factors Against Malaria Events in Kerom Province District Papua. Indones J Hosp Adm. 2021;4(2):37–42.

Musiime AK, Smith DL, Kilama M, Rek J, Arinaitwe E, Nankabirwa JI, et al. Impact of vector control interventions on malaria transmission intensity, outdoor vector biting rates and Anopheles mosquito species composition in Tororo, Uganda. Malar J. 2019;18(1):1–9.

Syahrani L, Permana DH, Syafruddin D, Zubaidah S, Asih PBS, Rozi IE, et al. An inventory of human night-biting mosquitoes and their bionomics in Sumba, Indonesia. PLoS Negl Trop Dis. 2022;16(3):1–16.

Endah Setyaningrum. Mengenal Malaria dan Vektornya. Vol. 53, Bandarlampung, Maret 2020. 2020. 13 p.

Ipa M, Widawati M, Laksono AD, Kusrini I, Dhewantara PW. Variation of preventive practices and its association with malaria infection in eastern Indonesia: Findings from community-based survey. PLoS One. 2020;15(5):1–18.

Sougoufara S, Ottih EC, Tripet F. The need for new vector control approaches targeting outdoor biting Anopheline malaria vector communities. Parasites and Vectors. 2020;13(1):1–15.

Nisrina H, Sumanto D, Widodo S. Pengasapan Kandang Ternak: Perilaku Potensial Peningkatan Risiko Gigitan Anopheles pada Penduduk Daerah Endemik Malaria. J Kesehat Masy Indones. 2020;15(1):35.

Halim R, Fitri A. Aktivitas Minyak Sereh Wangi Sebagai Anti Nyamuk. J Kesmas Jambi. 2020;4(1):28–34.

Al Fatina A, Alifia Rochma N, Salsabilah N, Fauzy Eprilyanto A, Sandy Siswanto A, Eko Prabowo E, et al. Pembuatan Minyak Sereh Dan Lilin Aromaterapi Sebagai Anti Nyamuk. DedikasiMU J Community Serv. 2021;3(2):837–47.

Hamsir Ahmad, Nurbaeti. Analisis Kemampuan Ikan Hias Maanvis ( Pterophylium Altum ) Dan Ikan Hias Cuppang ( Bettasplandens Crow Tail ) Sebagai Predator Jentik Nyamuk. J Sulolipu Media Komun Sivitas Akad dan Masy. 2019;06(1):68–72.

Downloads

Published

2025-05-28

How to Cite

Manangsang, F., Rumaseb, E., & Purba, E. (2025). Penerapan Model Rekayasa Lingkungan Dalam Upaya Pencegahan Malaria di ARSO 8 Kabupaten Keerom. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati, 10(2), 127–137. https://doi.org/10.35842/formil.v10i2.595

Issue

Section

Artikel