FREKUENSI DONOR DARAH DAPAT MENGENDALIKAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULER DI UNIT DONOR DARAH PMI KABUPATEN BANTUL
DOI:
https://doi.org/10.35842/formil.v1i1.6Abstract
Jumlah penyumbangan darah di UDD PMI Kabupaten Bantul meningkat dari tahun 2011 sebesar 6.421 menjadi 7.449 pada tahun 2012, namun belum mampu mencapai target yang diharapkan yaitu sebesar 18.230. Rendahnya target tersebut tidak sebanding dengan manfaat dari donor darah. Beberapa penelitian mengatakan bahwa donor darah dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler seperti tekanan darah, kadar kolesterol darah, dan hematokrit darah. Penelitian ini, dilakukan untuk membuktikan hal tersebut dengan menggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel 47 pendonor di Unit Donor Darah PMI Kabupaten Bantul dengan teknik accidental sampling dan analisis data menggunakan korelasi Pearson product moment. Hasil penelitian menyatakan bahwa rata-rata responden melakukan donor darah sebanyak 10 kali, dimana hasil pemeriksaan tekanan darah pendonor berada pada tingkat pra hipertensi, kadar kolesterol dan hematokrit pendonor dalam kategori normal. Hasil analisis korelasi antara frekuensi donor dengan status kenormalan tekanan darah, kadar kolesterol dan hematokrit darah menunjukkan hubungan yang lemah, hal ini dapat disebabkan karena, penelitian ini tidak melihat jarak donor yang dilakukan oleh pendonor.
Â
Kata Kunci : Frekuensi Donor Darah, Tekanan Darah, Kadar Kolesterol, Hematokrit Darah
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright publishing of the article shall be assigned to Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati.
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
