Hubungan Pengetahuan Tentang Anemia, Asupan Fe, dan Lama Menstruasi Terhadap Kejadian Anemia pada Remaja Putri dengan IMT Normal di SMAN 1 Krian

Authors

  • Dinda Cempaka Larasati Universitas Negeri Surabaya
  • Lini Anisfatus Sholihah Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.35842/formil.v10i3.625

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi secara global maupun nasional. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2019, sekitar 29,9% perempuan usia 15–49 tahun di dunia mengalami anemia. Di Indonesia, Riskesdas 2018 mencatat prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 32%, yang berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kelelahan kronis, serta risiko komplikasi kehamilan di masa depan. Ironisnya, anemia juga ditemukan pada kelompok remaja dengan status gizi normal (IMT normal), sehingga menunjukkan bahwa status gizi bukan satu-satunya faktor penyebab. Hal ini mendorong pentingnya analisis terhadap faktor lain seperti tingkat pengetahuan tentang anemia, kecukupan asupan zat besi, dan lama menstruasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional serta melibatkan 74 siswi kelas XI dan XII yang berstatus gizi normal, yang dipilih melalui teknik simple random sampling.  Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pengetahuan, food recall 1x24 jam untuk menilai asupan zat besi, formulir pencatatan lama menstruasi, serta pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat digital Hemoglobin Meter (Easy Touch GCHb). Analisis data menggunakan uji chi-square dan Fisher Exact Test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33,8% responden menderita anemia. Mayoritas responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang anemia (52,8%) dan asupan zat besi di bawah rekomendasi (79,8%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia (p=0,033; OR=3,429), serta antara asupan zat besi dengan kejadian anemia (p=0,001; OR=22,913). Sebaliknya, lama menstruasi tidak menunjukkan hubungan signifikan (p=0,156). Temuan ini menegaskan bahwa pengetahuan yang baik dan asupan zat besi yang cukup merupakan faktor krusial dalam pencegahan anemia pada remaja putri.  Hasil penelitian ini memiliki signifikansi sebagai dasar intervensi edukatif dan program gizi berbasis sekolah untuk mengurangi prevalensi anemia.

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Larasati, D. C., & Sholihah, L. A. (2025). Hubungan Pengetahuan Tentang Anemia, Asupan Fe, dan Lama Menstruasi Terhadap Kejadian Anemia pada Remaja Putri dengan IMT Normal di SMAN 1 Krian. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati, 10(3), 244–253. https://doi.org/10.35842/formil.v10i3.625

Issue

Section

Artikel