Determinan Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan pada Keluarga di Wilayah Rawan Bencana Tanah Longsor

Authors

  • Desi Hariani STIKes Tri Mandiri Sakti Bengkulu
  • Ida Rahmawati STIKes Tri Mandiri Sakti Bengkulu
  • Buyung Keraman STIKes Tri Mandiri Sakti Bengkulu
  • Dwi Putri Sulistiya Ningsih STIKes Tri Mandiri Sakti Bengkulu
  • Manda Marclida Agustin STIKes Tri Mandiri Sakti Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.35842/formil.v11i1.653

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di wilayah perbukitan Indonesia dan menimbulkan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Tingkat pengetahuan keluarga mengenai bencana menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan. Namun, pengetahuan masyarakat sangat dipengaruhi oleh karakteristik demografi dan pengalaman mereka dalam menerima informasi kebencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan keluarga mengenai bencana tanah longsor di Desa Sukaraja, Kecamatan Sukamerindu, Kabupaten Lahat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 78 kepala keluarga sebagai sampel yang dipilih menggunakan rumus Slovin dari populasi 210 kepala keluarga. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur variabel pengetahuan, usia, jenis kelamin, dan pendidikan. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta Monte Carlo atau Fisher Exact apabila syarat tidak terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia 25–44 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan memiliki pendidikan menengah. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang tanah longsor sebagian besar berada pada kategori baik (64,1%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara usia (p = 0,361) dan jenis kelamin (p = 0,199) dengan tingkat pengetahuan. Sebaliknya, pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan (p = 0,032). Temuan ini mengindikasikan bahwa pendidikan merupakan determinan utama yang memengaruhi pengetahuan kebencanaan masyarakat, sementara faktor usia dan jenis kelamin tidak berperan signifikan. Kesimpulannya, upaya peningkatan pengetahuan keluarga di wilayah rawan longsor perlu difokuskan pada strategi pendidikan dan literasi kebencanaan yang adaptif terhadap tingkat pendidikan masyarakat, melalui pendekatan partisipatif, media edukatif yang sesuai, dan program mitigasi berbasis komunitas untuk meningkatkan kesiapsiagaan secara berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Hariani, D., Rahmawati, I., Keraman, B., Ningsih, D. P. S., & Agustin, M. M. (2026). Determinan Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan pada Keluarga di Wilayah Rawan Bencana Tanah Longsor. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati, 11(1), 72–82. https://doi.org/10.35842/formil.v11i1.653

Issue

Section

Artikel