Inovasi Bubur Instan Superfood Kombinasi Tepung Biji Nangka dan Labu Kuning guna Mendukung Tumbuh Kembang Optimal Balita Cegah Stunting

Penulis

  • Maulida Hasanah Universitas Negeri Medan
  • Damaris Nia Daniati Sormin Universitas Negeri Medan
  • Putri Ananda Universitas Negeri Medan
  • Dina Febriani Universitas Negeri Medan
  • Fenina Nekita Tambunan Universitas Negeri Medan
  • Erni Rukmana Universitas Negeri Medan
  • Risti Rosmiati Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.35842/formil.v11i2.654

Abstrak

Stunting adalah salah satu masalah gizi kronis yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif pada anak, terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Salah satu cara pencegahan stunting yaitu melalui penyediaan pangan pendamping balita yang bernilai gizi tinggi, mudah dikonsumsi, dan memanfaatkan pangan berbasis local yang mempunyai potensi gizi namun pemanfaatannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi bubur instan dengan bahan utama biji nangka dan labu kuning sebagai alternatif pangan fungsional untuk mendukung tumbuh kembang optimal balita dan mencegah stunting, serta menganalisis daya terima dan kandungan gizinya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan tahapan pembuatan tepung biji nangka dan labu kuning, formulasi bubur instan, analisis kandungan gizi secara proksimat, serta uji organoleptik dengan 31 panelis tak terlatih. Kemudian dilakukan analisis proksimat dan uji organoleptik guna melihat nilai gizi dan menilai daya terima pada produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula dengan proporsi tepung biji nangka 20% dan labu kuning 80% memiliki tingkat penerimaan tertinggi, dengan warna 86,13%, aroma 78,34%, rasa 81,39% dan tekstur 74,18%. Analisis proksimat menunjukkan kadar protein 8,89 g dan serat 4,94 g yang memenuhi standar SNI MP-ASI bubur instan. Kadar air sebesar 25,75%, kadar lemak 1,30% dan karbohidrat 58,96%. Produk bubur instan yang dihasilkan memiliki kualitas gizi yang baik serta tingkat penerimaan panelis yang memuaskan. Pemanfaatan biji nangka sebagai bahan pangan lokal bernilai gizi juga menunjukkan potensi dalam mengurangi limbah pangan dan meningkatkan nilai tambah pangan lokal. Kesimpulannya bubur instan berbahan biji nangka dan labu kuning berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional berbasis lokal guna mendukung pemenuhan gizi balita dalam upaya pencegahan stunting.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-05-31

Cara Mengutip

Hasanah, M., Sormin, D. N. D., Ananda, P., Febriani, D., Tambunan, F. N., Rukmana, E., & Rosmiati, R. (2026). Inovasi Bubur Instan Superfood Kombinasi Tepung Biji Nangka dan Labu Kuning guna Mendukung Tumbuh Kembang Optimal Balita Cegah Stunting. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati, 11(2), 133–143. https://doi.org/10.35842/formil.v11i2.654

Terbitan

Bagian

Artikel